<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>HAPPYTRUST BLOGGER</title>
	<atom:link href="http://hurtles.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hurtles.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Oct 2008 01:49:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hurtles.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>HAPPYTRUST BLOGGER</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hurtles.wordpress.com/osd.xml" title="HAPPYTRUST BLOGGER" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hurtles.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengatasi Minder yang Tinggi</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/mengatasi-minder-yang-tinggi/</link>
		<comments>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/mengatasi-minder-yang-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 15:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninewar123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hurtles.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[masukkan “program” pikiran positif dalam diri Anda, bukan “program” pikiran negatif.....<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=191&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><em>Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb</em></h2>
<div class="garis-bawah">
<p>Ustadz, saya pernah menjadi ikut psikotes, terus hasil dari psikotes itu menyebutkan teryata saya memiliki semangat dan keinginan yang tinggi tapi saya juga memiliki rasa minder yang tinggi juga. Hasil psikotes itu memang benar adaknya. Ketika saya akan melakukan sesuatu, semangat dan keinginan begitu menggebu-gebu, tetapi ketika hari H-nya tiba, ngadak-ngadak seluruh tubuh jadi gemetaran dan keinginan yang tadinya besar menjadi sirna.</p>
<p>Bagaimana ustadz menyikapi hal ini, terus bagaimana menjadikan semangat yang tinggi itu terus ada dan menghilangkan rasa minder yang tinggi.</p>
<p><strong> AL </strong></div>
<h3 style="border-bottom:1px solid #cccccc;">Jawaban</h3>
<p><em><span lang="SV">Wa’alaikum salam wr wb.</span></em></p>
<p><span lang="SV">A<span lang="FI">n<span lang="SV">a<span lang="FI">nda AL yang saya hormati, Sebelumnya kami ucapkan selamat kepada Anda yang dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sehingga dapat lebih mudah untuk kita dalam meningkatkan kualitas diri </span></span></span></span></p>
<p><span lang="SV">Pertaha<span lang="FI">nkan rasa semangat tinggi yang Anda miliki karena hal ini adalah modal awal saat Anda akan melakukan sesuatu. Semangat menumbuhkan motivasi untuk bergerak dan <span lang="SV">me<span lang="FI">ngawali langkah untuk terus melaksanakan hal-hal yang ingin Anda lakukan.</span></span></span></span></p>
<p><span lang="SV">A<span lang="FI">nda juga merasa mempunyai kekurangan dalam hal percaya diri dan hal menjadi hambatan yang sangat mempengaruhi semangat Anda. Bisa jadi saat akan melaksanakannya, Anda merasa mempunyai beban berat yang harus dipikul. Dan karena beratnya itu motivasi atau semangat yang tadinya membara menjadi menurun dan hilang..</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Biasanya masalah menjadi terasa berat dan bingung untuk memecahkannya karena kita <em>tak dapat memisahkan diri dari masalah tersebut</em> dan <em>terlalu terlibat secara emosional</em>. Tapi jika Anda mencoba “menjaga jarak” dari masalah dan mengendalikan emosi Anda, masalah akan terlihat lebih mudah untuk dicarikan solusinya. </span></p>
<p><span lang="SV">Cobalah untuk selalu berpikir jernih, dan jangan anggap berat masalah yang dihadapi agar Anda tetap dapat optimis dan semangat memecahkannya dan agar Anda tetap mampu berpikir jernih untuk mencari solusinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jangan lupa untu membiasakan berpikir positif. Pikiran positif adalah <em>melihat segala sesuatu dari sisi positif, bukan negatifnya</em>. Sebagai misal, jika Anda gagal dalam ujian kuliah, Anda mengambil pelajaran positif dari kegagalan tersebut. Anda berpikir positif bahwa kegagalan tersebut bukan karena Anda bodoh, tapi karena kurang giat belajar. Lain kali Anda bertekad akan lebih giat lagi belajar.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jika datang pikiran negatif dalam diri Anda segera enyahkan pikiran semacam itu. Misalnya, Anda berpikir bahwa Anda orang yang malas, buang jauh-jauh pikiran semacam itu. Jangan biarkan pikiran Anda kemasukan “virus” pikiran negatif. Pikiran kita persis seperti memori dalam komputer. Apa yang diprogram, maka itulah yang akan tampak dalam “layar” (penampilan). Begitu juga diri kita, jika pikiran kita kemasukan “virus” pikiran negatif “bahwa saya malas”, maka penampilan (perilaku) kita akan betul-betul menjadi seorang pemalas.<br />
Karena itu, masukkan “program” pikiran positif dalam diri Anda, bukan “program” pikiran negatif. Masukan “program” pikiran positif bahwa Anda adalah orang yang rajin dan tekun. Bahwa Anda orang yang memiliki motivasi yang tinggi. Bahwa Anda orang yang selalu bersemangat dalam hidup. Niscaya “program” tersebut akan mempengaruhi perilaku Anda. Perilaku Anda akan berubah menjadi orang yang rajin, tekun dan bersemangat dalam hidup.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Semoga bermanfaat.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hurtles.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hurtles.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hurtles.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hurtles.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hurtles.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hurtles.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hurtles.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hurtles.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hurtles.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hurtles.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hurtles.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hurtles.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hurtles.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hurtles.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=191&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/mengatasi-minder-yang-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a63591a897dc70b26bbbaadaf69ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ninewar123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Merasa Tidak Dihargai</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/saya-merasa-tidak-dihargai/</link>
		<comments>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/saya-merasa-tidak-dihargai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 15:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninewar123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hurtles.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[bosan pada suatu pekerjaan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=189&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalamualaikum</em></p>
<div class="garis-bawah">
<p>Bang Hadi yang dirahmati Alloh</p>
<p>Saya punya kebiasaan bosan pada suatu pekerjaan. Saat ini pun saya mulai jenuh. Padahal saya sudah berazam tidak ingin lagi pindah-pindah kerja namun sesuatu yang menurut saya tidak mengenakkan sdang saya rasakan.</p>
<p>Bermula ketika dipercayanya saya memegang jabatan asisten Manajer Keuangan. Seperti sudah menjadi kebiasaan saya selalu tidak nyaman dengan sistem yang sudah berjalan, maka dengan ilmu yang saya miliki satu persatu aturan saya benahi, namun ada yang merasa tersaingi yaitu atasan saya. Beberapa ketidakbaikan saya temui dan saya rubah. Sehingga saya mendapat penghargaan dari prusahaan. Di sisi lain ternyata saya membuka gap antara saya dan atasan. Klimaknya pada pembuatan SPT tahunan Januari lalu saya merasa dipojokkan sehingga saya merasa dipermalukan oleh atasan saya.</p>
<p>Pertanyaan saya adalah bagaimana sikap saya seharusnya meghadapi persaingan antara saya dan atasan, karena berita ke direksi saya adalah pemicu ketidakharmonisan tim.</p>
<p><strong> Sugiarjo </strong></div>
<h3 style="border-bottom:1px solid #cccccc;">Jawaban</h3>
<p><span lang="SV">Saudara Sugiarjo yang saya hormati, adalah hal yang sangat baik ketika kita mempunyai rasa memiliki yang tinggi (sense of belonging) terhadap perusahaan dengan membenahi segala sesuatu yang dirasa tidak baik bagi perusahaan. Tentunya dengan harapan agar perusahaan dapat menjadi optimal dalam produktivitasnya.</span></p>
<p><span lang="SV">Kitapun harus menyadari pula bahwa tidak hanya kita yang menginginkan kemajuan perusahaan tersebur. Semua karyawan dan pimpinan pastilah menginginkan hal tersebut. Dan semuanya pastilah berbuat dengan pandangan mereka masing-masing yang menurutnya adalah yang terbaik, </span></p>
<p><span lang="SV">Setiap orang terkadang mempunyai pandangan dan cara berpikir yang tidak sama dalam melihat sesuatu walaupun dalam tujuan yang sama. Faktor kedudukan, pendidikan dan pengalaman menjadi unsur bagi seseorang untuk melakukan penilaian terhadap sesuatu.</span></p>
<p><span lang="SV">Kita tidak dapat mengabaikan realita bahwa ada orang lain selain kita di perusahaan ini yang menginginkan seperti kita yakni atasan dan bawahan kita. Mereka mempunyai hak dan kedudukan yang telah ditetapkan oleh perusahaan untuk menjalakan tugas dan kewajiban yang diembannya. Mereka juga mempunyai potensi dan karakter yang berbeda dan dapat dipadukan satu sama lainnya.</span></p>
<p><span lang="SV">Oleh karenanya kita pun tidak dapat sendirian untuk melakukan pembenahan dan perubahan dalam perusahaan, karena dibatasi oleh tugas, wewenang, struktur serta jabatan. Terlebih lagi bila kita termasuk orang baru dalam lingkungan perusahaan tersebut. </span></p>
<p><span lang="SV">Sebagai bawahan tentunya kita tidak bisa melangkahi apa yang telah menjadi tugas dan wewenang atasan. Karena di samping bukan bagian dari tugasnya, Atasan kitapun akan tersinggung bila tugas dan wewenangnya diambil alih karena dirasanya ia tidak mampu melaksanakan tugasnya serta bisa jadi merasa dilecehkan. Bila hal ini terjadi tentulah akan ada reaksi dari atasan untuk melakukan ”perlawanan” terhadap apa yang kita lakukan</span></p>
<p><span lang="SV">Sinergi merupakan jalan yang terbaik. Di mana kita dapat mengambil dan memanfaatkan segenap potensi yang dimiliki oleh orang lain untuk dipadukan demi kemajuan bersama.dan hasil yang dapat dirasakan bersama pula. Ajak semua elemen perusahaan yang terkait dengan perubahan yang Anda inginkan untuk bersama-sama melakukan perbaikan dengan menghormati, menghargai dan menyesuaikan jabatannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jangan pernah menjadikan rekan kerja kita menjadi pesaing untuk menjadikan kualitas kita meningkat. Sebab menjadikan orang lain sebagai pesaing sangat potensial menumbuhkan kedengkian dan keegoisan. Ketika kita kalah bersaing dengan orang lain muncullah dengki dengan kemenangan orang lain. Ketika kita menang bersaing dengan orang lain muncullah sifat egois dan sombong. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bersaing dengan orang lain hanya boleh dilakukan dalam konteks menjadikan orang lain sebagai “<em>sparing partner</em>”, bukan lawan sesungguhnya. Dalam olahraga, <em>sparing partner</em> adalah orang yang membantu kita untuk meningkatkan prestasi dengan cara berpura-pura menjadi lawan kita. Ia tidak kita perlakukan sebagai lawan sesungguhnya. Bahkan <em>sparing partner</em> biasanya adalah teman dekat dari olahragawan bersangkutan. Begitu pula dalam hidup, menjadikan orang lain sebagai <em>sparing partner </em>dalam bersaing berarti menjadikan orang lain sebagai mitra dalam meningkatkan kualitas kita. Artinya, ketika kita menang melawan <em>sparing partner, </em>maka kita akan membantunya untuk meningkatkan kualitas dirinya agar sama dengan kita. Sebaliknya ketika kita kalah, maka tak perlu dengki dan kecewa, karena ia hanyalah <em>sparing partner</em> bukan lawan sesungguhnya dalam bersaing. </span></p>
<p><span lang="SV">Kesimpulannya adalah yang terpenting bagi kita adalah bukanlah apa yang dikatakan orang tentang kita. Tetapi yag lebih penting lagi adalah bekerja dan terus bekerja dengan sebaik-baiknya dan berkualitas optimal sesuai dengan tugas dan wewenang yang diberikan serta dalam bingkai prosedur yang telah ditetapkan perusahaan. Insya Allah hasilnya pastilah diketahui dan dirasakan oleh semua pihak.</span></p>
<p><span lang="SV">Semoga bermanfaat. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hurtles.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hurtles.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hurtles.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hurtles.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hurtles.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hurtles.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hurtles.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hurtles.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hurtles.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hurtles.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hurtles.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hurtles.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hurtles.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hurtles.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=189&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/saya-merasa-tidak-dihargai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a63591a897dc70b26bbbaadaf69ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ninewar123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selalu Sial</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/selalu-sial/</link>
		<comments>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/selalu-sial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 15:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninewar123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hurtles.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Semua diawali dari paradigma (cara berpikir). Ubahlah dan buang jauh-jauh persepsi negatif dari diri Anda.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=187&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.pak ustadz mengapa ya saya koq selalu sial ada nga cara supaya kehidupan saya bisa berubah dan menjadi orang yang sukses. Terima kasih aas wr wb</p>
<div class="garis-bawah">
<p><strong> Hamba Allah </strong></div>
<h3 style="border-bottom:1px solid #cccccc;">Jawaban</h3>
<p>Saudara Hamba Allah yang saya hormat,<br />
Semua diawali dari paradigma (cara berpikir). Ubahlah dan buang jauh-jauh persepsi negatif dari diri Anda. Ucapkan selamat tinggal pada masa lalu dan bangunlah untuk mengucapkan ”Selamat terlahir kembali”. Mulailah dengan paradigma baru dengan berpikir positif (Positif Thinking) bahwa saya lahir karena dunia membutuhkan saya. Dan pastilah keberadaan saya di dunia ini tidak sia-sia. Oriuentasikan terus pada pemikiran dan perbuatan yang mengarah kepada kesuksesan hidup.</p>
<p>Bersainglah dengan diri sendiri. Berjuanglah untuk melawan setiap kekuatiran. Perasaan yang membayangkan kegagalan harus di enyahkan, Karena bayangan kegagalan biasanya besarnya dua kali kegagalan itu sendiri. Artinya bahwa Anda jangan terbelenggu dengan kondisi yang belum pasti dan belum pernah mencoba untuk melangkah.</p>
<p>Dobraklah rasa malas yang menghinggapi. Saatnya untuk tidak bermalas diritetapi menjadi pribadi yang selalu bekerja dan selalu dibelenggu motivasi tinggi untuk berkarya dan menghasilkan dalam setiap langkah hidupnya.</p>
<p>Disiplinlah dalam perbuatan. Laksanakan setiap aktivitas menuju kesuksesan dengan konsisten (istiqamah).Jadikan setiap duri-duri yang menghinggapi disetiap aktivitas sebagai ’seni’ yang justru dengan hal tersebut semakin penuh warna aktivitas kita. Dan mendorong kita untuk semakin semangat untuk terus meningkatkan kualitas kita.</p>
<p>Sekali lagi rubah paradigma. Anggap kegagalan sebagai keberhasilan yang tertunda. Buang jauh-jauh kekuatiran dan khayalan kegagalan yang belum tentu terjadi. Serta bersemangatlah untuk selalu berubah dan terus melaksanakan aktivitas perubahan dengan penuh disiplin, konsisten dan penuh ketekunan.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hurtles.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hurtles.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hurtles.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hurtles.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hurtles.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hurtles.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hurtles.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hurtles.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hurtles.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hurtles.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hurtles.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hurtles.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hurtles.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hurtles.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=187&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/selalu-sial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a63591a897dc70b26bbbaadaf69ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ninewar123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jemu dan Lelah dengan Pekerjaan</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/jemu-dan-lelah-dengan-pekerjaan/</link>
		<comments>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/jemu-dan-lelah-dengan-pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 15:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninewar123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hurtles.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Kejenuhan (jemu) kerja bisa diakibatkan banyak hal, misalnya dikarenakan pekerjaan yang dilakukan sangat monoton dan tidak mempunyai tantangan yang berarti<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=184&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.pak Hadi ysh.</p>
<div class="garis-bawah">
<p>Sudah berjalan 3 bln saat ini saya dilanda rasa bimbang dan ragu-ragu untuk mengambil keputusan masalah pekerjaan saya. di sisi lain saya masih butuh pekerjaan untuk menambah penghasilan keluarga, tapi di sisi lain batin saya sudah lelah dan jemu menjalani pekerjaan ini pak. Semoga pak hadi bisa memberikan pandangan buat saya.</p>
<p><strong> Seti Nnk </strong></div>
<h3 style="border-bottom:1px solid #cccccc;">Jawaban</h3>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV">Wa’alaikum salam wr wb.</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ananda Seti yang saya hormati, dari pertanyaan di atas, Anda tidak menjelaskan alasan Anda untuk mengambil keputusan keluar dari pekerjaan. Rasa lelah dan jemu yang merasuki batin Anda tentulah akibat dari sesuatu hal yang mendorongnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kejenuhan (jemu) kerja bisa diakibatkan banyak hal, misalnya dikarenakan pekerjaan yang dilakukan sangat monoton dan tidak mempunyai tantangan yang berarti. Atau bisa juga merupakan pekerjaan yang kurang disukai untuk lakukan karena tidak sesuai dengan minat dan karakter diri dan sebagainya. Dan juga apakah karena faktor lingkungan kerja yang tidak kondusif untuk Anda dalam bekerja. Misalkan mempunyai hubungan yang kurang baik pada rekan kerja atau pada atasan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tentunya sebelum kita mengambil keputusan untuk keluar dari pekerjaan dapat terlebih dahulu dipikir masak-masak alasan kuat kita untuk berhenti kerja. Rasa jenuh bisa kita hindari dengan melakukan kreatifitas dalam bekerja. Misalkan mengubah dekorasi dan tata letak tempat kita bekerja, meminta pindah ruang kerja ataupun membangkitkan kembali motivasi bekerja. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tumbuhkan semangat bekerja dengan membayangkan manfaat-manfaat yang akan Anda terima selain dari penghasilan dan pengalaman yang Anda dapatkan. Serta buatlah prestasi diri dalam bekerja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bila memang karena kondisi kerja yang sudah tidak kondusif misalkan mempunyai hubungan yang tidak harmonis dengan atasan atau sebagian besar rekan kerja, Anda kiranya perlu untuk mendapatkan suasana bekerja di tempat yang baru.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kalau pun Anda ingin keluar dari pekerjaan sekarang, cobalah sebelumnya mencari dan menemukan lowongan kerja baru. Sehingga tidak mengganggu penghasilan bulanan Anda dan keluarga. Apalagi saat ini amatlah sulit seseorang untuk mendapatkan pekerjaan karena begitu banyak oarang yang siap kerja namun tidak sebanding dengan pekerjaan yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Semoga bermanfaat.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hurtles.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hurtles.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hurtles.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hurtles.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hurtles.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hurtles.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hurtles.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hurtles.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hurtles.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hurtles.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hurtles.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hurtles.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hurtles.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hurtles.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=184&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/jemu-dan-lelah-dengan-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a63591a897dc70b26bbbaadaf69ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ninewar123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dikhianati Teman</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/dikhianati-teman/</link>
		<comments>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/dikhianati-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 15:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninewar123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hurtles.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Ass. ustadz Mengapa akhir-akhir ini seringkali saya dikhianati dan ditipu teman, padahal saya berusaha melakukan dan menolong teman-teman saya yang mengalami kesulitan.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=182&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Ass. ustadz Mengapa akhir-akhir ini seringkali saya dikhianati dan ditipu teman, padahal saya berusaha melakukan dan menolong teman-teman saya yang mengalami kesulitan.</h2>
<div class="garis-bawah">
<p>Bahkan kesulitan ekonomipun saya bantu tapi mengapa materi yang saya pinjamkan malah dibawa kabur dan kehidupan pribadi saya diceritakan ke orang lain padahal teman saya itu orang yang sudah ikut tarbiya. Sehingga saya takut u/ berteman dekat dengan orang lain walaupun itu akhwat. Apa yang harus saya lakukan ustadz Jazakallah</p>
<p><strong> Sumayyah </strong></div>
<h3 style="border-bottom:1px solid #cccccc;">Jawaban</h3>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ananda Sumayyah yang saya hormati, salut kepada Anda yang mempunyai perhatian lebih terhadap teman-teman yang Anda miliki. Membantu dan menolong orang yang mengalami kesulitan merupakan perbuatan mulia yang tidak hanya disisi Allah mendapatkan pahala yang besar, juga sangat bernilai dari sisi kemanusiaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span lang="SV">Tarbiyah bukanlah kawah candradimuka yang membuat seseorang dapat otomatis menjadi sholeh/sholehah secara instan. Bukan pula jaminan bahwa orang-orang adalah orang yang bisa dipastikan masuk surga, Namun bukan berarti Tarbiyah tidak bernilai apa-apa dan tidak ada gunanya namun harus ditempatkan pada proporsinya. Tarbiyah merupakan sebuah fasilitas bagi kita untuk lebih dapat meningkatkan kualitas diri. Dengan berada di dalam lingkungan tarbiyah, kita diberi iklim yang kondusif untuk bukan hanya memperdalam ilmu-ilmu agama tetapi juga mengakualisasikan diri sebagai seorang muslim secara kaffah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dan semuanya kembali kepada pribadi masing-masing. Siapkah seseorang bernaung dalam atmosfer baru yang berbeda dari selama ini ia berada. Karakter masing-masing orang pastilah sedikit banyak masih melekat wlalupun sudah ikut tarbiyah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pengalaman adalah guru yang paling baik. Pepatah yang sering kita dengar itu kiranya dapat mengilhami Anda untuk terus menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sifat selektif dalam memilih, tidak mudah iba dan tahu karakteristik orang tersebut sebelum meemberi pinjaman tentulah harus tetap melekat pada diri kita walalupun orang tersebut orang yang sudah tarbiyah. Tentulah kadar keimanan orang-orang yang tarbiyah berbda-beda tergantung dengan tingkat amal sholeh dan ketekunannya untuk berubah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Andapun tidak bisa serta merta menjustifikasi bahwa semua orang yang tarbiyah tidak bisa amanah dketika diberi pinjaman, bisa jadi ada hal-hal yang membuatnya memang tidak baginya untuk membayar.walalupun tidak menutup kemungkinan memang ia mempunyai karakter yang buruk. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jangan jadi hambatan bagi Anda untuk tidak berinteraksi dalam tarbiyah. Masih banyak orang-orang yang lebih baik yang dapat anda jadikan panutan dan pelajaran, Masih banyak hal-hal yang bisa Anda dapatkan dari berteman dekat dengan para akhwat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Berpikir positiflah, mungkin ini adalah ujian dari Allah yang sedang menilai kualitas diri Anda untuk tetap Istiqamah bergabung dalam tarbiyah. Ujian ini mudah-mudhan menambah keimanan Anda menjadi sosok muslimah yang lebih bertaqwa kepada allah SWT.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Semoga bermanfaat.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hurtles.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hurtles.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hurtles.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hurtles.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hurtles.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hurtles.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hurtles.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hurtles.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hurtles.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hurtles.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hurtles.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hurtles.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hurtles.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hurtles.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=182&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/dikhianati-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a63591a897dc70b26bbbaadaf69ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ninewar123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Diri</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/mengenal-diri/</link>
		<comments>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/mengenal-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 15:20:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninewar123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Artikel Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hurtles.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang yang bisa sukses adalah orang yang bisa menemukan jati dirinya serta mengoptimalkan segala yang dimilikinya menjadi hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=180&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<div class="garis-bawah">
<p><em>Assalammualaiku Warrahmatullahi Wabarakatuh..</em></p>
<p>Pak ustadz yang terhormat,</p>
<p>Sampai saat ini saya belum dapat mengenal diri saya sendiri dengan baik, yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya agar kita bisa mengenal diri kita sendiri atau bagaimana caranya mencari jati diri..</p>
<p><strong> JMK </strong></div>
<h3 style="border-bottom:1px solid #cccccc;">Jawaban</h3>
<p><span lang="SV">Saudara JMK, Seseorang yang bisa sukses adalah orang yang bisa menemukan jati dirinya serta mengoptimalkan segala yang dimilikinya menjadi hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Untuk dapat menemukan jati diri, kita harus berani jujur dalam menilai diri serta mempunyai kesungguhan dalam pencariannya. Di samping itu juga yang tidak salah pentingnya adalah bagaimana kita mengakualisasikan jati diri yang dimiliki melalui realisasi-realisasi nyata dalam kehidupan. Jangan sampai kita berkutat hanya dalam mecari jati diri tanpa ada tindak lanjutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Nilailah diri kita baik dari sisi positif maupun negatifnya. Gali segala potensi-potensi yang dimiliki baik yang berskla besar maupun yang kecil. Bakat, minat, keterampilan dan hal-hal positif lainnya perlu Anda inventarisir dengan lengkap. Lihatlah dan amati dengan seksama segala kelebihan spesifik yang dimiliki dibandingkan orang lain. Jangan ragu dan malu untuk mengungkapkan kehebatan Anda serta mencatatnya baik tertulis juga di alam pikiran. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Begitupula kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri kita. Inventarisir semua yang ada baik dengan yang telah menjadi karakter maupun yang akan menimbulkan potensi-potensi negatif kedepannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bila kita telah dapat menelusuri seluruh aspek baik yang positif maupun negatifnya, lakukan penggabungan setiap sifat, potensi, bakat dan ketrampilaan positif yang mempunyai kemiripan untuk dapat dioptimalkan menjadi karakter yang kita miliki.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Begitu pula dengan kekurangan dan kelemahan yang dimiliki. Jangan hal-hal tersebut dijadikan sebagai hambatan atau halangan untuk bergerak. Jangan menjadikan hal tersebut membuat langkah-langkah menjadi berat untuk melangkah karena merasa rendah diri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tetapi jadikan kekurangan dan kelamahan sebagai ”suplemen motivasi”. Di samping potensi positif yang kita keluarkan untuk menjadi hal-hal yang bermanfaat. Kekurangan yang kita miliki sebisa mungkin kita meminimalisir sehingga dapat menjadi tambahan daya juang dari potensi dan bakat yang dimiliki.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dan yang terbaik adalah terus-meneruslah kita menggali dan mengenal diri dibarengi dengan kita terus mengoptimalkan potensi, bakat dan ketarmpilan yang dimiliki menjadi sebuah aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama. Sehingga hasil yang didapat dapat berpengaruh positif bagi kita untuk terus mencari dan mengenal jati diri kita.<span lang="SV"><br />
</span></span></p>
<p><span lang="SV">Semoga bermanfaat </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hurtles.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hurtles.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hurtles.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hurtles.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hurtles.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hurtles.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hurtles.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hurtles.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hurtles.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hurtles.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hurtles.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hurtles.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hurtles.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hurtles.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=180&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/mengenal-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a63591a897dc70b26bbbaadaf69ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ninewar123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Pertanyaan Besar</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/tiga-pertanyaan-besar/</link>
		<comments>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/tiga-pertanyaan-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 15:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninewar123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hurtles.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita cermati kenapa manusia berani menolak eksistensi Tuhan Pencipta mereka dan Pencipta alam semesta, baik secara total maupun setengah-setengah, niscaya kita akan menemukan akar permasalahannya.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=176&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span class="intro2">Kalau kita cermati kenapa manusia berani menolak eksistensi Tuhan Pencipta mereka dan Pencipta alam semesta, baik secara total maupun setengah-setengah, niscaya kita akan menemukan akar permasalahannya. </span></h2>
<div class="garis-bawah">
<div class="kotak">
<p>Life Management (Idarratul Hayah) adalah konsep pengemnbagan Sumber Daya Manusia (Human Recource Development). Konsep ini lahir dari hasil interaksi dengan kehidupan lebih sekitar 30 tahun.</p>
<p>Dari hasil interaksi tersebut kami menyimpulkan betapa besarnya peran manajemen dalam hidup ini. Tanpa manajemen, hidup kita bisa terombang ambing di tengah lautan informasi, pendapat, keinginan dan alur pemikiran orang lain.</p>
<p>Life Management (Idaratul Hayah) terdiri dari empat serial buku yang menjadi referensi utama program <strong><em>Spiritual Training</em></strong> dengan kemasan multimedia. Terdiri dari empat level :</p>
<ol>
<li><em>Basic</em>, dengan judul : <strong><em>Road to The Great Success</em></strong>,</li>
<li><em>Intermadiate</em> dengan judul : <strong><em>Self Revolution</em></strong>,</li>
<li><em>Advanced</em> dengan judul <strong><em>Mission Impossible</em></strong> dan</li>
<li><em>Extraordinary</em> dengan judul : <strong><em>24 Jam Bersama Allah</em></strong>.</li>
</ol>
</div>
<p>Tiga Pertanyaan Besar</p>
<p>Suatu ketika terjadi perdebatan antara seorang lelaki yang sedang berkuasa dengan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam (As). Perdebatan itu terkait tentang konsep Tuhan Pencipta. Nabi Ibrahim As memahami dan meyakini seyakin-yakinnya, bahwa Penciptanya dan juga Pencipta alam semesta adalah Tuhan yang bisa menghidupkan dan mematikan. Sang Penguasa tak mau kalah sambil mengklaim, bahwa dia juga mampu menghidupkan dan mematikan, kendati dengan argumentasi (hujjah) yang sangat aneh dan tidak masuk akal, yakni ia panggil dua orang, yang satu dibunuh, yang satu lagi dibiarkan hidup. Namun demikian Ibrahim As tidak kalah jeli memilih argumentasi lain yang sangat kuat, akurat dan tidak mungkin dapat dibantah lagi oleh Penguasa tersebut. Ibrahim pun berkata:</p>
<p>“Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari arah timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat, lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Q.S. Al-Baqarah (2) : 258)</p>
<p>Dalam kehidupan ini, seringkali kita melihat kenyataan bahwa manusia mengingkari Pencipta mereka seperti yang diceritakan Al-Qur’an di atas. Ada yang mengingkari Pencipta sambil mendeklarasi ke masyarakat, bahwa mereka adalah Tuhan yang patut disembah seperti halnya Namrud di zaman nabi Ibrahim, dan Fir’aun di zaman Nabi Musa. Namun ada pula yang mengingkari-Nya dengan malu-malu sambil berkedok ilmu pengetahuan seperti yang dilakukan Charles Darwin dan kaum evolusionis lainnya. Ada lagi yang menolak eksistensi Pencipta setengah-setengah dengan berkedok ideologi negara yang berenama nasionalisme. Mereka mengiklaim nasionalisme itu lebih baik dari apa yang dirumuskan dan diciptakan Tuhan Pencipta mereka. Anehnya, manusia semacam ini tidak pula berani menolak keberadaan Tuhan Pencipta dengan tegas dan secara total seperti yang dilakukan Namrud, Fir’aun dan Charles Darwin.</p>
<p>Apapun bentuk penolakan tersebut sesungguhnya menunjukkan sebuah realitas, bahwa manusia memiliki sifat sombong, sok kuasa dan tak tahu diri serta lupa akan keagungan Pencipta mereka. Sifat-sifat tersebut telah mendorong manusia berlaku zhalim dan berbuat kerusakan dalam kehidupan dunia yang sementara ini, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun terhadap lingkungan. Kesombongan dan lupa diri telah pula menyebabkan mereka hidup tidak sesuai misi dan visi penciptaan mereka, yakni ber-ibadah kepada sang Pencipta yang sesungguhnya sambil menjadi Khalifah (Wakil)-Nya di atas bumi dengan kewajiban menegakkan keadilan dengan sistem yang adil serta membangun bumi secara berkemakmuran.</p>
<p>Sesungguhnya, penolakan &#8211;bahkan kedurhakaan&#8211; terhadap sang Pencipta, (baik yang total maupun yang setengah-setengah, yang nekat maupun yang malu-malu) merupakan fenomena sepanjang masa. Iblis adalah makhluk pertama yang dikutuk Allah karena tidak mau menjalankan perintah-Nya untuk sujud kepada Adam hanya dengan alasan sepele yaitu kebanggaan pada material yang menjadi asal usul penciptaan.</p>
<p class="ArabCenter">قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ  (سورة ص )</p>
<p>“Iblis berkata:Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api,<br />
sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”<br />
(Q.S. Shad (38):76)</p>
<p>Sikap Iblis tersebut disebabkan ketidakmatangan sekaligus ketidakseimbangan dirinya secara Spiritual, Emosional dan Intelektual dalam mengendalikan hawa nafsu sehingga ia enggan melaksanakan perintah Penciptanya dan menyombongkan diri di hadapan aturan main Penciptanya. Adam, sebagai manusia pertama pun tak luput dari lupa akan Kebesaran dan Keagungan Penciptanya. Tercatatlah dalam sejarah manusia pertama itu, bahwa ia juga pernah melanggar aturan main Penciptanya sehingga dinyatakan bersalah. Namun, ada perbedaan mendasar dalam proses pelanggaran tersebut antara Adam dan Iblis. Adam dengan mudah mengakui kesalahan dan kelemahannya ketika ditegur dan diingatkan Allah Tuhan Penciptanya, karena kesalahannya disebabkan kelalaian dan ketergiurannya pada godaan dan tipuan Setan. Kesalahan Adam bukan bermuara dari sifat negatif yang ada dalam dirinya yakni kesombongan dan keangkuhan. Sedangkan Iblis tidak mau mengakui kesalahannya karena sebab kesombongan dan keangkuhan yang ia pelihara dalam dirinya sehingga mencari-cari alasan dan membangun presepsi keliru (tidak ilmiah), bahwa api sebagai unsur ciptaannya (raw material) lebih baik dari tanah yang menjadi bahan baku penciptaan Adam.</p>
<p>Pengalaman Spiritual, Emosional dan Intellectual manusia sepanjang sejarah selalu ditandai dengan penolakan atau penerimaan eksistensi Tuhan Pencipta dan konsekuensi logis dari kemutlakan (absoluteness) penerimaan itu, yakni ibadah dan ketaatan kepada-Nya. Tidak ada corak dan warna lain yang menonjol dalam penolakan dan penerimaan konsepsi tentang Tuhan Pencipta sepanjang sejarah kecuali itu-itu saja. Pada dasarnya, sikap hidup manusia hanya bergerak antara dua pilihan, menolak atau menerima kenyataan konsep tentang Tuhan Pencipta. Sejak dari zaman prasejarah sampai zaman moderen yang disebut “serba canggih” seperti yang kita saksikan hari ini, pilihannya hanya bergerak antara dua sikap itu. Ada yang menolak (durhaka) total, ada yang menerima (taat) total. Kendati kadngkala yang terbanyak ialah mereka yang serba bingung, serba tidak jelas pilihannya, serba setengah-setengah. Namun tetap masih berada dalam kategori mereka yang menolak dan durhaka.</p>
<p>Kalau kita cermati kenapa manusia berani menolak eksistensi Tuhan Pencipta mereka dan Pencipta alam semesta, baik secara total maupun setengah-setengah, niscaya kita akan menemukan akar permasalahannya. Akar permasalahannya berasal dari sifat sombong dan lalai serta mudah tergiur oleh setan dan kenikmatan dunia yang amat menyenangkan. Lalu timbul pertanyaan, bagaimana cara menghindarkan diri dari sifat-sifat negatif tersebut? Kesombongan, kelalaian dan mudah tergiur oleh setan dan kelap kelip kehidupan dunia dapat dinetralisir dengan tiga pertanyaan besar berikut :</p>
<p>1.	Dari mana saya berasal dan berawal?<br />
2.	Sedang mengapa dan mau apa saya di dunia ini? Atau, apa misi dan visi hidup saya di dunia ini?<br />
3.	Mau kemana saya setelah meninggalkan kehidupan dunia yang fana ini?</p>
<p>Tiga pertanyaan besar tersebut selalu menjadi pertanyaan yang menarik sepanjang sejarah manusia dan akan tetap menjadi kata kunci dalam menyingkap tabir penolakan dan penerimaan tentang konsepsi Tuhan Pencipta. Karena, ketiga pertanyaan tersebut menjadi mesin utama yang akan menggerakkan tiga kecerdasan manusia, yakni Spiritual, Emotional dan Intellectual, yang akan membantu dan memudahkan mendalami dan menghayati tiga hakikat besar pula :</p>
<p>1.	Hakit Tuhan Pencipta<br />
2.	Hakikat manusia dan alam semesta<br />
3.	Hakikat kehidupan dunia</p>
<p>Oleh sebab itu, kebaikan dan keburukan yang timbul dari dalam diri manusia yang kemudian menjelma ke dalam perilaku dan tindakan sehari-hari sangat erat kaitannya dengan sejauhmana pengetahuan dan penghayatan mereka terhadap ketiga hakikat besar tersebut di atas. Dengan kata lain, seperti apa pengenalan dan penghayatan seseorang terhadap hakikat Tuhan Pencipta, Hakikat manusia dan alam semesta, serta hakikat kehidupan dunia ini maka akan seperti itu pula presepsi yang terbangun di dalam dirinya. Persepsi tersebut akan mewarnai perilakunya dalam menjalani kehidupan dunia yang singkat ini.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hurtles.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hurtles.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hurtles.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hurtles.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hurtles.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hurtles.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hurtles.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hurtles.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hurtles.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hurtles.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hurtles.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hurtles.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hurtles.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hurtles.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=176&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/tiga-pertanyaan-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a63591a897dc70b26bbbaadaf69ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ninewar123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iman adalah Obat Jiwa dan Fisik</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/iman-adalah-obat-jiwa-dan-fisik/</link>
		<comments>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/iman-adalah-obat-jiwa-dan-fisik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 14:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninewar123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hurtles.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Prolog Setiap Nabi dan Rasul Allah memiliki mujkjizat yang mengunguli perlawanan masyarakat di zamanya. Nabi Nuh memiliki, misalnya, mukjizat teknologi kapal yang mengungguli kemampuan umatnya yang membangkang padanya kendati sudah berdakwah kepada mereka selama 950 tahun. Nabi Yusuf memiliki mukjizat mimpi yang mampu mermal apa yang akan tetjadi dan kemampuan manajemen pemerintahan luar bisaa dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=174&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Prolog</strong></h2>
<p>Setiap Nabi dan Rasul Allah memiliki mujkjizat yang mengunguli perlawanan masyarakat di zamanya. Nabi Nuh memiliki, misalnya, mukjizat teknologi kapal yang mengungguli kemampuan umatnya yang membangkang padanya kendati sudah berdakwah kepada mereka selama 950 tahun. Nabi Yusuf memiliki mukjizat mimpi yang mampu mermal apa yang akan tetjadi dan kemampuan manajemen pemerintahan luar bisaa dalam kondisi negeri Mesir dilanda krisis ekonomi bekepanjangan. Nabi Musa memiliki mukjizat tongkat yang bias memakan ular-ular tukang sihir dan membelah lau mereah yang menjadi sebab tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya. Nabi Isa juga memiliki keahlian ilmu kesehatan yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit kronis yang mengancam umatnya yang pembangkang.</p>
<p>Demikianlah para Nabi dan Rasul, Allah berikan kepada mereka mukjizat seuai dengan perkembangan masyarakat yang mereka hadapi. Lalu, bagaimana dengan Nabi Muhamamd Saw. sebagai Rasul Allah terakhir diutus di akhir zaman ini? Jawabannya Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw adalah mukjizat akhir zaman yang mampu mengungguli perkembangan hidup akhir akhir zaman, khususny adalam bidang ilmju pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Buktinya, kendati Al-Qur’an diturunkan lebih dari 14 abad yang lalu di mana di masa itu sama sekali belum mengalami perkembangan berbagai sarana hidup seperti saat ini, namun ternyata Al-Qur’an dan Sunnah (Hadits-Hadits) Rasul Saw. telag bicara dengan lantang, dan sebagiannya dengan sangat rinci. Sunhguh keduanya adalah mukjizat yang mampu mengalahkan kepandaian masnusia dalam bidang ilmu pengetahuan sebagaimana yang akan kita saksikan dalam rubric Mukjizat Al-Qur’an dan Sunnah ini.</p>
<p>Sebuah lembaga pengkajian aspek sains dan teknologi yang tekandung dalam Al-Qur;an dan Sunnahpun didirikan pada tahun 1987 di bawah suvervisi Rabithah Alam Islami di Mekkah Al-Mukarromah. Penggagasnya adlah seorang ulama asal Yaman bernama Syeh Abdul Majid Azendani. Beluah adalah seorang ahli farmasi yang sangat mebuasai sains moderen dan juga tafsir dan hadits.</p>
<p>Sejak lembaga tersebut berdiri, sudah diadakan lebih dari 10 kali seminar internasional terkait kajian aspek sains dalam Al-Qur’an dan Sunnah di berbagai Negara, termasuk di Inidenisia, tepatnya di kota Bandung tahun 1994 seminar internasionalnya yang ke enam yang dihadiri tak kurang dari 600 ilmuan dari berbagai cabang ilmu pengetahuan. Yang menarik adalah mereka bukan hanya Muslim, akan tetapi juga terdapat ilmuan-ilmuan non Muslim.</p>
<p>Sejak lemabaga tersebut berdiri, sudah puluhan dan bahkan ratusan ilmuan dunia, baik dari barat maupun timur yang masuk Islam, karena memahami bahwa Al-Qur’an dan Sunnah benar-benar muknjizat akhir zaman. Al-Qur’an dan Sunnah jauh lebih unggul dari hasil pemikiran manusia moderen, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan moderen, kendati ditiurunkan lebih 14 abad sialm.</p>
<p>Dalam rubrik Mukjizat Al-Qur’an dan Sunnah ini, kami akan menyajikan makalah atau tulisan-tulisan ilmiyah para scientist yang sudah lolos pengujuan baik dari segi pandangan Islam maupun dari sisi ilmiahnya. Tulisan-tulisan tersbut jiga dapat diakses melau web resmi lembaga tersebut dalam bahasa Arab, inggris dan berbagai bahasa lain.</p>
<p>Untuk tulisan pertama, kami menemukan karya ilmiyah yang sangat mengagumkan dengan judul: <strong>Iman adalah Obat Jiwa dan Fisik</strong>. Selamat menikmati.</p>
<p><strong>Iman adalah Obat Jiwa dan Fisik</strong></p>
<p>Dr. Mohamad Daudah<br />
Commission on Scientific Signs of Qur&#8217;an &amp; Sunnah<br />
Rabithah Alam Islami (<a href="http://nooran.org/">nooran.org</a>)<br />
Diterjemnahkan &amp; diringkas oleh: Fathuddin Ja’far</p>
<p>Sebelum revolusi sains dan teknologi dan munculnya berbagai peralatan canggih, manusia belum dapat memahami secara pasti mekanisme dan fungsi akal yang membedakan manusia dengan hewan dan pembatasan tempatnya pada otak. Perlahan-lahan tempat-temapt yang terkait dengan indera, bicara dan gerak ditemukan. Penemuan mutakhir yang amat mengagumkan ialah diketahuninya sentra di otak yang aktif disebabkan keimanan dan ibadah yang berfungsi untuk menyeimbangkan peran kejiwaan dan fisik. Hal tersebut menetapakan prinsip penciptaan bahwa iman adalah fitrah yang tertanam dalam jiwa manusia. Jiwa yang khusyuk akan mempengaruhi kesehatan jiwa dan fisik.</p>
<p>Peneltian-penelitian ilmiah akhir-akhir ini telah mengagetkan kita bahwa iman kepada Allah dan beribadah kepada-Nya merupakan dorongan fitrah yang memiliki mekanisme dan berpusat di otak manusia. Bila seseorang tidak piawai dalam mengoperasikannya maka ia telah dengan sengaja untuk tidak berbeda dengan hewan yang mengakibatkan kehilangan keseimbangan jiwa dan fisik. Yang amat mengagumkan lagi ialah bahwa pengoperasian mekanisme tersebut sesuai dengan arahan-arahan agama yang mencerminkan gambaran yang amat sempurna, konprehensif dan bersih, sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an Al-Karim sebagai manhajul hayah (konsep hidup). Bukan hanya itu, akhir-kahir ini, dalam Al-Qur’an juga ditemukan berbagai fakta ilmiyah lainnya yang sangat menambah kekuatan ikan kita.</p>
<p>Para ahli jiwa amat concern meneliti kaitan antara fisik dan psikis manusia dan pengaruh masing-masing di antara kediuanya. Akhirnya diketahuilah bahwa penyakit fisik memungkinkan terjadinya tekanan jiwa atau kemungkina berakar dari masalah kejiwaan (psikis). Lalu lahir sebuah cabang ilmu jiwa dengan nama Psychosomatic.</p>
<p>Dr. Badar Al-Anshori menjelaskan sebagian peneliti memastikan bahwa pessimism (pesimis) menambah kemungkinan besarnya manusia ditimpa penyakit fisik seperti kangker sebagaimana pesimis juga erat kaitannya dengan berbagai goncangan jiwa seperti stress, putus asa dan depresi.</p>
<p>Berbagai penelitian yang dilakukan terhadap penderita penyakit kangker menjelaskan adanya hubungan positif antara pesimis dan kecepatan penyebaran penyakit kangker tersebut. Perasaan putus asa juga menyebabkan cepatnya penyebaran penyakit kangker. Sebaliknya, iman dan ridha terhadap keputusan Allah menyebakan terjadinya self teratment (pengobatan mandiri) dalam sebagian kasus kesembuhan kangker.</p>
<p>Sebagai berita gembiranya ialah ditemukannya sebuah pusat di otank yang aktif melakukan renungan (meditation) yang disertai ibadah dan mengembalikan fungsi fisik dasar kepada kondisi istirahat (state rest) yang mendukung fitrah keimanan dan pengaruh fisiknya.</p>
<p><img src="http://219.83.122.106/fckfiles/image/quran-sunnah/spect-1.jpg" alt="" width="180" align="left" /></p>
<p><img src="http://219.83.122.106/fckfiles/image/quran-sunnah/spect-2.jpg" alt="" width="180" align="left" /></p>
<p><em>Gambar sebuah aktivitas pada otak sebelum (sebelah kiri pembaca) dan sesudah (sebelah kanan pembaca) berfikir, khusyuk dan merenung, terdapat sebuah lubang/pusat pada baseline (sebelah kanan) yang akktif dengan berfikir, khuyuk dan merenung, dibandingkan dengan kondisi biasa (sebelah kiri)</em></p>
<p>Kesimpulan penelitian ilmiah yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2001 dari hasil penggunaan teknologi baru scanning terhadap otak yang dilakukan oleh sebuah team ilmiah yang dipimpin DR. Andrew Newberg, professor Radiology pada fakultas kedokteran Universitas Philadelphia, USA ialah : Kepercayaan kepada Allah adalah desain dasar (design in built) yang sudah ada dalam otak. Sebab itu, tidak mungkin seseorang dapat terlepas darinya kecuali dengan pura-pura buta terhadap fitrah yang lurus yang menjadikan manusia terdorong untuk beragama sepanjang sejarah.</p>
<p>Pengingkaram terhadap kecenderungan keimanan tersebut berarti mengabaikan kekuatan/kemampuan yang dahsyat yang berkembang sehingga memungkinkan seseorang mengenal kekuasaan Allah dengan berfikir dan meneliti ciptaan-Nya. Menurut Prof. Andrew Newberg, bahwa manusia dapat dikatakan diarahkan oleh satu kekuatan terhadap agama (religion for wired-hard). Sebabliknya, penelitian ilmiah sama sekali tidak mungkin menceritakan kepada kita secara langsung akan Dzat Allah… Akan tetapi ia dapat menceritakan kepada kita bagaimana Dia (Allah) mencipatakan manusia agar mereka mengenal-Nya dan beribadah kepada-Nya.</p>
<p>Penelitian Ilmiah juga dapat menceritakan kepada kita bahwa beribadah kepada Allah adalah tugas, sedangkan beriman kepada-Nya adalah tuntutan alamiiah sama halnya dengan makan dan minum. Otak manusia bukan hanya sebuah alat sebagai chip yang bertugas untuk beriman kepada Allah. Akan tetapi ia juga disiapkan untuk melaksanakan tugas ibadah untuk menjaga keselamatan jiwa dan fisik (physicist and physic) dengan arahan-arahan praktek aktif melalui sistematika saraf dan hormone yang saling terikat.</p>
<p>Dengan demikian, keyakinan kita akan keberadaan dan kekuasaaan Allah semakin bertambah. Jika tidak, untuk apa gunanya kekuatan/kemampuan dahsyat yang diberikan kepada manusia yang membedakan antara mereka dengan semua makhluk hidup di muka bumi? Sebab itu, iman kepada Allah dalam penelitian-penelitian ilmiah moderen bukanlah seperti filsafat dan khayalan masyarakat sebagaimana yang didengung-dengunkan oleh kalangan atheist (kaum darwinis evolutionist dan komunis) yang tidakaada sandaran ilmiahnya pada awal abad 20. Dugaan mereka telah nyata kegagalannya di mana mereka menduga bahwa manusialah yang menciptakan agama merke sendiri, khususnya setelah ditemukannya fakta ilmiah di atas bwa manusia telah Allah ciptakan beragama secara alami dan memberi mereka kekuatan/ kemampuan untuk mengenal dan beribadah kepada-Nya.</p>
<p>Sebagaimana seseorang akan bersih jiak ia rutin berudhuk (bersuci dari hadas kecil), kendatipun ia bukan muslim. Demikian pula ia akan meraih kebaikan jika ia praktekkan prilaku-prilaku ibadah seperti berfikir, khusyuk dan merenung, karena ia mengoperasikan pusat-puast yang mirip dengan pusat-pusat keimanan dalam otak yang bekerja untuk rileksasi dan terlepas dari perasaan-perasaan negative seperti ketakutan, kegelisahan, dan stress. Saat itulah seseorang berpindah dari kondisi keterasingan dan kesendirian kepada kondisi rileks dan tenang, kendatipun ia tidak mendapatkan jatah akhirat (karena tidak beriman kepada Allah).</p>
<p><img src="http://219.83.122.106/fckfiles/image/quran-sunnah/faith.jpg" alt="" width="180" align="left" /></p>
<p><em>Telah diterbitkan beberapa studi ilmiah yang menjelaskan bagaiman iman kepada Allah merupakan fitrah yang tertanam dalam diri manusia dan mengopersikan mekanismenya dengan ibadah adalah jalan menuju sehat dan bahagia. Di antaranya buku : Iman Kepada Allah Tertanam Dengan Kuat dalam Diri Kita, karya Dean H. Hamer, 2005, dan buku : Iman dan Kesehatan, karya Jeff Levin Ph.D, dan buku : Iman, Kesehatan dan Kesuksesan, karya Andrew Perriman. </em></p>
<p>Demiakianlah bahwa tenggelam dalam ibadah membuka cakrawala perasaan ketinggian dan memberikan bantuan untuk terlepas dari berbagai kepediahan dan tekanan jiwa serta kesembuhan dari berbagai kegoncangan seperti kegelisahan, stress, depresi dengan berbagai efek fisik lainnya.</p>
<p>Pelaksanaan ibada secara teratur akan memperbaharui kemampuan untuk pindah ke alam yang jiwa tenang di dalamnya dan terhindar dari tekanan-tekanan. Dalam kondisi seperti itu, seseorang akan tidak lagi concern terhadap alam luar (lahiriah yang menekan di sekitarnya) kendati bertambah. Barang kali dalam tingkat tertentu, kekuatannya akan bertambah untuk menanggung beban kepedihan anggota fisik, seperti yang dikatakan DR. Lawrence Mickeny, direktur Lemabaga Amerika Untuk Pengobatan Kegoncangan Otak, bahwa melaksanakan perenungan yang mendalam sampai khusyuk dapat menolong mengalahkan rasa kepedihan jiwa dan perasaan down, dan mampu mengembalikan keseimbangan dalam mendistribusikan aktivitas pada pusat-pusat otak serta dapat mengosongkan wadah perasaan celaka (bahaya) da kehilangan harapan kendati bagi mereka yang tidak beriman kepada Tuhan sekalipun.</p>
<p>Apa yang menjadi concern kita sebagai Muslim ialah bahwa Syariat Islam yang suci ini telah mendahului penemuan-penemuan tersebut lebih dari 14 abad dalam hal memotivasi berzikir kepada Allah, menegakkan shalat. Islam juga telah menyanjung peran iman dan khuysuk dalam merileksasi jiwa. Allah berfirman : Orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan hati mereka tenang dengan dzikrullah (mengingat Allah). Ingatlah! Denan mengingat Allah itu hati akan tenang. Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, keberuntunganlah bagi mereka dan bagi mereka sebaik-sebaik tempat kembali (Syurga)”. (Q.S. Arra’du / 13 : 28 – 29)</p>
<p>Akhirnya, kita berucap : Maha Suci Engkau Yaa Allah yang telah memilih kami menjadi Muslim/ Muslimah, Mukmin/Mukminah.</p>
<p>Yaa Allah! Kuatkanlah iman kami. Tambahlah ilmu dan ketaatan kami. Matikanlah kami dalam Husnul Khatimah.. Amin&#8230;.</p>
<p>(1) الشخصية المستهدفة للإصابة بالسرطان (د. بدر محمد الأنصاري قسم علم النفس كلية العلوم الاجتماعية جامعة الكويت 1996م).<br />
(2)   عدد من المقالات منشورة بالإنجليزية.<br />
(3)   مسند أحمد ج5 ص364 و371.<br />
(4)   البداية والنهاية ج9 ص108.<br />
(5) (مفاتيح تدبر القرآن والنجاح في الحياة) د. خالد بن عبد الكريم اللاحم أستاذ القرآن وعلومه المساعد بجامعة الإمام محمد بن سعود الإسلامية, فهرسة مكتبة الملك فهد الوطنية بالرياض، 1425هـ.<br />
(6)    د. وائل أبو هندي جواب منشور في موقع إسلام أونلاين محدث الأحد 24 ديسمبر 2006.<br />
(7) (اثر القرآن في الأمن النفسي) بتصرف قليل من مقال منشور للباحثة في العلوم الإسلامية الأستاذة ناهد عبدالعال الخراشي.<br />
(8)   (الصلاة وأثرها على النفس والوجدان) د. إبراهيم بن حمد النقيثان مقال منشور يوم 8/10/1427هـ.<br />
(9)   (العلاج النفسي الذاتي بالقرآن) د. رامز طه مقال منشور بموقعه (أساليب العلاج النفسي الحديثة وتطبيقاتها).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hurtles.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hurtles.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hurtles.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hurtles.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hurtles.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hurtles.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hurtles.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hurtles.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hurtles.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hurtles.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hurtles.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hurtles.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hurtles.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hurtles.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=174&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/iman-adalah-obat-jiwa-dan-fisik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a63591a897dc70b26bbbaadaf69ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ninewar123</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://219.83.122.106/fckfiles/image/quran-sunnah/spect-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://219.83.122.106/fckfiles/image/quran-sunnah/spect-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://219.83.122.106/fckfiles/image/quran-sunnah/faith.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Ramadhan Rasulullah (2)</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/manajemen-ramadhan-rasulullah-2/</link>
		<comments>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/manajemen-ramadhan-rasulullah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 14:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninewar123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hurtles.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Taqwa adalah karakter, sikap dan prilaku dan kebiasaan. Taqwa adalah hasil, bukan proses. Proses menuju taqwa, di antaranya adalah dengan menjalankan Ramadhan berdasarkan manajemen Rasul saw.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=172&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span class="intro2">Taqwa adalah karakter, sikap dan prilaku dan kebiasaan. Taqwa adalah hasil, bukan proses. Proses menuju taqwa, di antaranya adalah dengan menjalankan Ramadhan berdasarkan manajemen Rasul saw.</span></h2>
<div class="garis-bawah">
<div class="kotak">
<p>Life Management (Idarratul Hayah) adalah konsep pengemnbagan Sumber Daya Manusia (Human Recource Development). Konsep ini lahir dari hasil interaksi dengan kehidupan lebih sekitar 30 tahun.</p>
<p>Dari hasil interaksi tersebut kami menyimpulkan betapa besarnya peran manajemen dalam hidup ini. Tanpa manajemen, hidup kita bisa terombang ambing di tengah lautan informasi, pendapat, keinginan dan alur pemikiran orang lain.</p>
<p>Life Management (Idaratul Hayah) terdiri dari empat serial buku yang menjadi referensi utama program <strong><em>Spiritual Training</em></strong> dengan kemasan multimedia. Terdiri dari empat level :</p>
<ol>
<li><em>Basic</em>, dengan judul : <strong><em>Road to The Great Success</em></strong>,</li>
<li><em>Intermadiate</em> dengan judul : <strong><em>Self Revolution</em></strong>,</li>
<li><em>Advanced</em> dengan judul <strong><em>Mission Impossible</em></strong> dan</li>
<li><em>Extraordinary</em> dengan judul : <strong><em>24 Jam Bersama Allah</em></strong>.</li>
</ol>
</div>
<p><strong>Taqwa dan Karekteistik Muttaqin (Orang-Orang Bertaqwa)</strong></p>
<p>Taqwa adalah target utama disyari’atkannya Shaum seperti yang tercantum dalam surat Al-Baqoroh : 183. Sebab itu, saat kita bicara soal Ramadhan dengan segala aktivitasnya, tema taqwa sangat relevan untuk kita bahas.</p>
<p>Taqwa adalah karakter, sikap dan prilaku dan kebiasaan. Taqwa adalah hasil, bukan proses. Proses menuju taqwa, di antaranya adalah dengan menjalankan Ramadhan berdasarkan manajemen Rasul Saw. seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Taqwa adalah buah dari keimanan yang mendalam yang melahirkan ketaatan, ibadah, harapan dan ketakutan mutlak kepada sanga Pencipta, yakni Allah Ta’ala saat menjalankan kehidupan di dunia yang fana ini.</p>
<p>Sebab itu, taqwa harus dapat dilihat pengaruh dan cirri-cirinya dalam kehidupan. Taqwa harus menjadi tema terpenting setlelah iman. Karena iman yang tidak melahirkan taqwa tidak akan bermanfaat banyak dalam kehidupan dunia dan tidak pula di akhirat kelak.</p>
<p>Saking pentingnya, dalam Al-Qur’an tedapat sekitar 158 ayat yang membahas taqwa dan juga puluhan hadits Rasul Saw. Di antara cakupan makna taqwa adalah takut, beribadah, meninggalkan maksiat, mengesakan dan ikhlas kepada Allah.</p>
<p>Dari ayat dan hadits tersebut kita dapat mengetahui dengan mudah karakteristik muttaqin (orang-orang bertaqwa). Di anataranya seperti yang tercanytum dalam surat Al-Baqoroh : 3 – 5 dan 177 serta surat Ali Imran : 133 – 138. Dari ayat-ayat tersebut dapat simpulkan bahwa di antara sifat muttaqin ialah :</p>
<ol>
<li>Menjadikan Al-Qur&#8217;an sebagai petunjuk hidup</li>
<li>Memahami konsep keimanan dengan benar</li>
<li>Memiliki tanggung jawab sosial (Berinfaq dalam keadaan lapang dan sempit)</li>
<li>Menegakkan sholat dan zakat (Ahli Ibadah)</li>
<li>Memiliki moralitas yang tinggi (Menepati janji, mampu menahan marah dan pema&#8217;af)</li>
<li>Sabar menghadapi berbagai kesulitan hidup</li>
<li>Mampu mengendalikan marah/diri</li>
<li>Memiliki sifat pe&#8217;maaf</li>
<li>Banyak berzikir  &amp; Istigfhar (Bertaubat) pada Allah</li>
<li>Selalu memuhasabah diri terhadap aturan Allah</li>
</ol>
<p><strong>Kunci Sukses Training Manajemen Syahwat Ramadhan</strong></p>
<p>Banyak pertanyaan yang muncul saat kita mejalankan Ramadhan. Di antaranya : Knepa ibadah Ramadhan, shaumnya sebulan penuh dan berulang setiap tahun? Kenapa malamnya disyari’atkan untuk qiyam (menghidupkan malam denganberbagai ibadah dan taqorrub ilallah)? Kenapa Ramadhan menjadi waktu yang termahal dan teristimewa bagi kaum Mukmin? Knepa Lailatul Qadr (malam Qadar) yang nilainya melebihi 1.000 bulan terdapat di malam-malam Ramadhan, khususnya malam-malam sepuluh hari terakhir? Siapkah kita melaksanakan berbagai aktivitas Ramadhan yang dicontohkan Rasul Saw, baik siang maupun malamnya? Sejauh mana kita memahami keistimewaan yang ada dalam bulan tesebut dan sejauh mana kita dapat meraihnya kemudian dapat pula mengimplementasikannya dalam kehidupan keita….</p>
<p>Kalau ada yang bertanya : Kapan waktu termahal, teristimewa dan terindah dalam hidup Anda? Pasti banyak ragam jawaban yang akan kita dengar, tergantung kepada kepahaman dan orientasi hidup masing-masing. Ada yang menjawab, waktu termahal, teristimewa dan terindah dalam hidupnya adalah saat berbulan madu dengan istri/suami yang dicintainya. Ada pula yang menjawab saat ulang tahunnya yang kesekian dan kesekian tahunnya. Ada lagi yang menjawab saat diangkat menjadi pejabat atau meraih target keduduykan atau puncak karir yang dicita-citakannya, atau saat menyambut kelahiran anak yang sudah lama dirindukannya. Tentu ada pula yang menjawab saat meraih nilai kekayaan atau harta yang diimpikannya sejak lama seperti memiliki mobil mahal, rumah mewah, kebun yang luas, dinar dan dirhah (uang) yang menumpuk dan sebagainya.</p>
<p>Semua jawaban tersebut sesungguhnya mencerminkan kekuarangpahaman terhadap keistimewaan yang Allah ciptakan dalam bulan Ramadhan. Atau bisa saja faham, namun belum atau tidak berdaya melawan belenggu hawa nafsun. Sebab itu tidak jarang kita lihat Ramadhan berlalu tanpa ada bekas taqwa yang menghiasi kehidupan sehari. Hawa nagfsu tetap saja sebagai tuhan yang dita’ati. Spirit ibadah dan taqarrub pada Allah tetap saja melemah kendati sudah melewati Ramadhan puluhan kali.</p>
<p>Kalau saja ibadah Ramadhan dijalankan sesuai manajemen Rasul Saw. baik kualitas maupun kuantitas, maka 8,47 % dari umur kita adalah shiam dan qiyam (Training Manajemen Syahwat). Jika ditambah denbgan 6 hari bulan Syawal, maka 9,88 % dari hidup kita adalah Training Mangemen Syahwat. Jika diteruskan dengan Senin, Kamis dan ayyamulbidh, maka 42,93 % dari hidup kita adalah Ttraining Manajemen Syahwat. Apabila kita tambahkan Ramdhan dengan shaum dengan 6 hari di bulan Syawal dan diteruskan dengan shaum nabi Daud, maka 55,08 % dari umur kita adalah mengikuti Taraining Manajemen Syahwat. Alangkah indahnya jika kita mampu melaksanakannya.</p>
<p>Secara kualitas, ada dua hal yang perlu di perhatikan :</p>
<ol>
<li>Memakna shiam, yakni menahan diri dari berbagai godaan syahwat. Artinya, jka kita benar-benar serius ingin mencapai derajat taqw, syahwat harus dikendalikan, bukan hanya terhadap yang diharamnkan Allah dan Rasul-Nya, akan tetapi juga terhadap yang halal. Orang-orang bertaqwa, seperti yang dikatakan Arraghib Al-Asfahani : Harus mampu menahan diri dari apa saja yang menyebabkan dosa pada Allah. Yang demikian itu hanya terlaksana dengan meniggalakan apa saja yang dilarang Allah dan meinggalkan sebagian yang dibolehkan jika berimplikasi kepada dosa. Misalnya, dengan mobil mahal, rumah mewah, pakaian bermerek dan sebagainya, jika menimbulkan rasa angkuh, somobng dan merasa lebih hebat dari orang lain yang di bawahnya, maka berarati hal-hal yang dibolehkan tersebut telah menjerumuskannya ke dalam dosa. Orang-orang yang bertaqwa paham betul hal tersebyt akan membahayakannya. Sebab itu dia dengan mudah mampu menghindarinya. Buakan sebaliknya, mencar-cari dalil pembenarannya.</li>
<li>Makna qiyam (berdiri tegak dan penuh spirit beribadah kepada Allah). Qiyam Ramadhan mengajarkan kepada kita bahwa hidup ini sepenuhnya untuk ibdah dan ketaatan pada Allah, bukan yang lainnya. Orang yang mampu menghambakan dirinya hanya kepada Alllah adalah orang yang beriman kepada-Nya, memiliki ilmu tentang agama / aturan main yang diciptakan-Nya dan mampu memenej syahwat yang ada dalam dirinya. Sebab itu, Manajaemen Ramadhan Rasul Saw. tidak cukup dengan shiam saja atau qiyam saja. Keduanya berjalan seiring dan dilaksakan siang dan malam serta dilandasi iman dan ihtisaban seperti Beliau jelaskan dalam haditsnya. Ramadhan dengan konsep qiyamnya, juga mengajarkan kepada kita bahwa setiap kita harus memiliki ibadah unggulan, di luar ibdah fardhu, yang mungkin kita lakuan dengan intensitas yang tinggi dan kontinyu, sebagaimana para Sahabat Rasul Saw.</li>
</ol>
<p>Inilah dua kunci utama kesuksesan orang-orang yang menjalankan ibadah Ramadhan, yakni shiyamdan qiyam. Jika kedua hal tersebut dapat terlaksana dengan baik, maksimal dan seimbang di bulan Ramadhan termasuk pada 10 hari terakhir Ramadhan, maka tidak diragukan manfaat Training Manajemen Syahwat selama Ramdhan insyaa Allah efektif dalam pembentukan karakter muttaqin (orang-orang yang bertaqwa). Semoga Ramdhan kita tahun ini benar-benar menajdi titik tolak perubahan manajemen hidup kita sesuai dengan manajemen hidup Rasul Saw. termasuk manajemen Ramadhannya. Amin</p>
<p><strong>Manajemen Ramadhan Rasul Saw</strong></p>
<p><strong>SHIAM (Manajemen Syahwat)</strong></p>
<ol>
<li>Menahan syahwat telinga dari mendengarkan yang laghwi dan haram</li>
<li>Menahan syahwat telinga dari melihat yang diharamkan</li>
<li>Menhan syahwat lidah dari bicara kotor, berbohong,  laghwi dan yang diharamkan</li>
<li>Menahan syahwat perut dari memakan danmeminum yang syubhat dan yang diharamkan, terasuk rokok dan apa saja yang sejenisnya</li>
<li>Menahan syahwat kemaluan dari menyentuh dan penyaluran yang diharamkan</li>
<li>Menahan syahwat keangkuhan, kesombongan,  kekuasaan dan  ketenaran</li>
<li>Menahan syahwat kecintaan pada pernik-pernik kehidupan duniawi yang dapat melalaikan diri dari zikrullah dan syurga Allah serta bertemu dengan-Nya</li>
</ol>
<p><strong>QIYAM (Manajemen Ibadah)</strong></p>
<ol>
<li>Memotivasi diri untuk taat pada Allah dalam segala urusan</li>
<li>Merasakan lezatnya taqarrub ilallah dan ma’yyatullah</li>
<li>Menjalankan semua ajaran agama Allah dengan ikhlas, ilmu dan penuh kecintaan pada Allah, tanpa dibedakan dalam kualitas dankuantitas pelaksanaanya antara yang wajib dan yang sunnah, karena kedua-duanya datang dari Rasulullah</li>
<li>Meningkatkan semua amal ibadah yang Sunnah dibandingkan sebelum Ramadhan</li>
<li>Selalu berupaya menciptakan ibadah unggulan dari ibadah yang sunnah. Kemudian berupaya selalu meningkatkan frekuensi, kualitas dan kuantitas ibadah-ibadah sunnah tersebut agar Allah mencitainya, seprti yang dijelaskan dalam sebuah hadits Qudsi</li>
<li>Melaksanakan I’tikaf dan qiyamullail di 10 hari terakhir Ramadhan</li>
</ol>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hurtles.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hurtles.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hurtles.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hurtles.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hurtles.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hurtles.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hurtles.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hurtles.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hurtles.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hurtles.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hurtles.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hurtles.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hurtles.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hurtles.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=172&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/manajemen-ramadhan-rasulullah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a63591a897dc70b26bbbaadaf69ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ninewar123</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Ramadhan Rasulullah (1)</title>
		<link>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/manajemen-ramadhan-rasulullah-1/</link>
		<comments>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/manajemen-ramadhan-rasulullah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 14:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninewar123</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hurtles.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Agar Ramadhan menjadi bulan rahmat, ampunan dan keselamatan dari neraka maka momentum yang penuh berkah ini perlu dijadikan sebagai momentum Training Manajemen Syahwat, dan sekaligus menjadi Training Manajemen Ibadah.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=170&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><em><strong><span class="intro2">Agar Ramadhan menjadi bulan rahmat, ampunan dan keselamatan dari neraka maka momentum yang penuh berkah ini perlu dijadikan sebagai momentum Training Manajemen Syahwat, dan sekaligus menjadi Training Manajemen Ibadah.</span></strong></em></h2>
<div class="garis-bawah">
<div class="kotak">
<p>Life Management (Idarratul Hayah) adalah konsep pengemnbagan Sumber Daya Manusia (Human Recource Development). Konsep ini lahir dari hasil interaksi dengan kehidupan lebih sekitar 30 tahun.</p>
<p>Dari hasil interaksi tersebut kami menyimpulkan betapa besarnya peran manajemen dalam hidup ini. Tanpa manajemen, hidup kita bisa terombang ambing di tengah lautan informasi, pendapat, keinginan dan alur pemikiran orang lain.</p>
<p>Life Management (Idaratul Hayah) terdiri dari empat serial buku yang menjadi referensi utama program <strong><em>Spiritual Training</em></strong> dengan kemasan multimedia. Terdiri dari empat level :</p>
<ol>
<li><em>Basic</em>, dengan judul : <strong><em>Road to The Great Success</em></strong>,</li>
<li><em>Intermadiate</em> dengan judul : <strong><em>Self Revolution</em></strong>,</li>
<li><em>Advanced</em> dengan judul <strong><em>Mission Impossible</em></strong> dan</li>
<li><em>Extraordinary</em> dengan judul : <strong><em>24 Jam Bersama Allah</em></strong>.</li>
</ol>
</div>
<p>Agar Ramadhan menjadi bulan rahmat, ampunan dan keselamatan dari neraka maka momentum yang penuh berkah ini perlu dijadikan sebagai momentum Training Manajemen Syahwat, dan sekaligus menjadi Training Manajemen Ibadah. Inilah yang dilakukan Rasul Saw. Sebab itu, kita perlu menelusuri bagaimana Rasulullah Saw dan generasi Islam pertama, generasi terbaik umat ini, menjalankan manajemen Ramadhan.</p>
<p>Untuk mendapatkan gambaran utuh dari manajamen Ramadhan Rasul Saw. ada empat situasi yang perlu kita perhatikan. Pertama, sebelum memasuki Ramadhan. Kedua, saat memasuki Ramadhan. Ketiga, setelah memasuki Ramadhan. Keempat, ketika memasuki 10 hari terakhir.</p>
<p><strong>Pertama, sebelum memasuki Ramadhan</strong><br />
Para Sahabat dan generasi setelah mereka (Tabi’in) selalu merindukan kedatangan Ramadhan. Mereka selalu berdoa agar diberi Allah kesempatan menemui Ramdhan sejak enam bulan sebelum Ramdhan tiba. Imam Malik, misalanya, sering minta izin pada sahabatnya setelah pengajian untuk mempelajari bagaimana Sahabat memenej kehidupan ini, termasuk hal-hal yang terkait dengan Ramadhan mereka. Kendati Beliah tidak hidup bersama para Sahabat, namun Beliau mampu menteladani merka melalu sejarah hidup mereka.</p>
<p>Ma’la Bin Fadhal berkata : Dulu Sahabat Rsul Saw. berdoa kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah terima semua amal ibadah merkea di bulan itu. Di anatar doa merkea ialah : Yaa Allah, samapaikan aku ke Ramdhan dalam keadaan selamat. Yaa Allah, selamatkan aku saat Ramadhan dan selamatkan amal ibadahku di dalamnya sehingga menjadi amal yang diterima.</p>
<p>Dari sikap dan doa yang mereka lakukan, jelas bagi kita bahwa para Sahabat dan generasi setelahnya sangat merindukan kedatanagan Ramadhan. Mereka sangat berharap dapat menjumpai Ramdhan agar mereka meraih semua janji dan tawaran Allah dan Rasul-Nya dengan berbagia keistimewaan yang tidak terdapat di bulan-bulan lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa para Sahabat dan generasi setelahnya memahami dan yakin betul akan keistimewaan dan janji Allah dan Rasul-Nya yang amat luar biasa seperti rahmah (kasih saying), maghfirah (ampunan) dan keselamatan dari api neraka. Inilah yang diungkapkan Imam Nawawi : Celakalah kamu Ramadhaniyyin. Mereka tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan. Sungguh Rasulullah, Sahabat dan generasi setelahnya mengenal Allah sejak jauh-jauh hari sebelum Ramadhan dan di bulan Ramadhan pengenalan kepada Allah lebih mereka tingkatkan.</p>
<p><strong>Kedua, saat memasuki Ramadhan</strong><br />
Saat hilal muncul di ufuk pertanda Ramadhan tiba, Rasul dan para Sahabat melihat dan menyambutnya dengan suka cita sambil membacakan doa seperti yang diceritakan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dalam hadits berikut :</p>
<p class="ArabCenter">عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ قَالَ :« اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى ، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ</p>
<p>Dari Ibnu Umar dia berkata : Bila Rasul Saw. melihat hilal (anak bulan) dia berkata : Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah hilal ini bagi kami membawa keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman dan taufik kepada yang dicintaii Rob kami dan diridhai-Nya. Rob kami dan Robmu (hilal) adalah Allah. (HR. Addaromi).</p>
<p>Itulah contoh nyata dari Rasul Saw. dan para Sahabat ketika meyambut kedatangan Ramadhan. Bukan dengan hiruk pikuk pawai di jalanan sambil keliling kota memukul beduk dan sebagainya. Tidak pula dengan pesta petasan yang jelas-jelas menimbukkan keributan dan mubazir. Bukan pula dengan ajang promosi produk dan dan iklan diri agar dikenal dan dipilih masyarakat untuk jadi pejabat. Namun, keyakinan, pikiran, perasaan, kerinduan dan hati mereka tertuju hanya pada kebesaran Ramadhan yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Dengan harapan, jika amal ibdah Ramdhan dijalankan dengan ikhlas dan khusyu’, mereka akan meraih rahmat, ampunan dan terbebas dari api neraka. Ketiga nikmat itu tidak akan ternilai harganya bagi mereka kendati dengan dunia dan seisinya.</p>
<p><strong>Ketiga, setelah memasuki Ramadhan</strong><br />
Apa yang dilakukan Rasul dan para Sahabat setelah memasuki Ramadhan? Setelah memasuki bulan Ramadhan, sejak hari pertama dan sampai hari terakhir, Rsulullah dan para Sahabat meningkatkan kemampuan menahan diri dari berbagai syahwat, seperti syahwat telinga, syahwat mata, syahwat lidah, syahwat perut (makan dan minum), syahwat kemaluan, syahwat cinta dunia, syahwat kesomobngan dan berbagai syahwat yang memalingkan mereka dari mengingat dan cinta pada Allah serta akhirat. Latihan mengendalikan dan menundukkan berbagai syahwat ini dilakukan sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari. Inilah inti shaum (puasa) Ramadhan yang diwajibkan Allah.</p>
<p>Apakah seteleh sepanjang hari bergulat dengan dorongan-dorongan berbagai syahwat tersebut di malamnya digunakan untuk istirahat, makan, minum dan sebagainya? Ternyata tidak. Di malam harinya Rasulullah dan para Sahabat memanfaatkannya untuk qiyam (berdiri beramal ibadah) seperti shalat taraweh, berzikir, membaca dan tadabbur Al-Qur’an dan berbagai ibadah lainnya. Artinya, selama Ramadhan, Rasul dan para Sahabat benar-benar menfokuskan diri bertaqorrub dengan Allah melalu traininag manajemen syahwat dan sekaligus training manajemen ibadah. Dua hal inilah yang harus dimiliki oleh setiap hamba yang ingin mendapat ridha Allah di dunia dan bertemu dengan-Nya di syurga.</p>
<p>Aisyah meriwayatkan : Rasulullah adalah orang yang paling dermawan. Di bulan Ramadhan Beliah lebih dermawan lagi ketika bertemu Jibril. Jibril menemui Beliau setiap malam Ramadhan untuk mengajarkan (mudarosah) Al-Qur’an. Sebab itu, kederwawanan Rasul Saw. di bulan Ramadhan lebih kencang dan lebih merata dari angin. (HR. Bukhari).</p>
<p>Inilah contoh nyata dari Rasul Saw. dan para Sahabat ketika mereka memasuki bulan Ramadha. Hampir tak satupun syahwat yang tidak dapat mereka tundukkkan dan kendalikan dan tak satupun kebaikan dan amal sholeh yang mereka tinggalkan. Ramadhan benar-benar menajdi sistem penyemimbang dalam hidup ini sehingga mereka berhasil terbebas dari pengaruh syahwat karena merekalah yang mengendalikannya. Pada waktu yang sama, merke berhasil meningkatkan kualitas diri dengan berbagai amal ibadah yang mereka lakukan dalam rangka taqorrub ialallah. Dengan demikian tercapai janji Rasul Saw. Siapa yang shaum (puasa) di bulan Ramadhan dan dia mengetahui aturan mainnya (batas-batasnya), dia menjaga apa yang seharusnya dijaga maka akan dihapus dosa-dosa sebelumnya. (HR. Ahmad dan Baihaqi).</p>
<p><strong>Keempat, ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadhan</strong><br />
Jika kita teliti prilaku hidup Rasul Saw. dan para Sahabat di bulan Ramadhan, kita menemukan berbagai keajaiban. Di antaranya ialah, saat memasuki 10 hari terakhir Ramadhan. Apa yang mereka lakukan sangat kontras dengan apa yang terjadi di negeri ini. 10 Hari terakhir Ramdhan mereka habiskan di masjid, bukan di pasar, tempat kerja, di pabrik, kunjungan daerah dan sebagainya.</p>
<p>Menurut presepsi dan prilaku kebanyakan masyarakat Msulim Indonesia, 10 terakhir Ramdhan itu adalah kesempatan berbelanja untuk mempersiapkan keperluan lebaran dan pulang kampung, kendati mengakibatkan harga-harag semua barang naik dan membubung. Anhenyam, mereka ikhlas dan tetap semangat berbelanja. Sebab itu, mereka meninggalkan masjid-masjid di malam hari dan tumpah ruah ke tempat-tempat perbelanjaan sejak dari yang tradisional sampai ke mal-mal moderen.</p>
<p>Lalu apa yang terjadi? Berbagai syahwat cinta dunia tidak berhasil dikendalikan, dan bahkan cenderung dimanjakan di bulan yang seharusnya dikendalikan. Pada waktu yang sama, semangat beramal ibadahpun tidak terbangun dengan baik sehingga kehilangan banyak momentum dan keistimewaan yang dijanjikan Allah dan Rasulnya. Coba bayangkan, terhadap janji Allah yang bernama Lailatul Qadr yyang nilainya lebih baik dari 1.000 bulan saja belum tertarik? Jika tertarik, tentu mereka mengejarnya di masjid pada 10 hari terakhir Ramdhan dengan cara beri’tikaf di dalamnya secara penuh seperti yang dicontohkan Rasul Saw. Ini yang terjadi pada salah seorang teman ketiak ditanya kenapa gak jadi i’tikaf? Dia katakan : saya sedang sibuk-sibuknya sosialisasi ke daerah. Lalu saya katakana : Mana yang lebih mahal menurut Rasulullah, in’tikaf di masjid 10 hari terakhir Ramdhan atau sosialiasi pencalegan Anda? Kemudian Anda bisa jamin umur Anda akan sampai pada 10 terakhir Ramadhan yang akan datang? Sungguh terkadang kita berlagak seakan lebih pintar, lebih hebat dan lebih sibuk berjuang dari Rasul Saw.</p>
<p>Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, Abu Daud dan Ibnu Majah bahwa Rasul Saw. beri’tikaf 10 hari terakhir Ramdhan. Pada tahun terakhir berjumpa Ramadhan, Beliau i’tikaf selama 20 hari. Kebiasaan I’tikaf ini diteruskan oleh para Sahabat dan istri-istrinya setelah peninggalan Beliau.</p>
<p>Inilah prilaku yang dibangun Rasul Saw. saat memasuki 10 hari terakhri Ramadhan dan diteruskan oleh para Sahabat dan istri-istrinya sepeningggalan Beliau.</p>
<p>Pertanyaannya adalah : Bukankah Rasulullah orang yang paling sibuk mengurusi umatanya? Buakankah para Sahabat orang yang paling giat berdakwah dan berjihad di jalan Allah? Lalu, kenapa mereka bisa melaksanakan i’tikaf di 10 terakhir Ramadhan? Jawabanya ialah : itulah jalan yang harus ditempuh sebagai bagian dari sistem Allah yang menyampaikan hamba-Nya ke tingkat taqwa, tak terkecuali Rasulullah dan para Sahabatnya. Lalu bagaimana dengan kita? Sudah pasti jalannya sama jika menginginkan sampai ke pringkat yang sama (taqwa).  (bersambung)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hurtles.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hurtles.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hurtles.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hurtles.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hurtles.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hurtles.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hurtles.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hurtles.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hurtles.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hurtles.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hurtles.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hurtles.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hurtles.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hurtles.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hurtles.wordpress.com&amp;blog=5222895&amp;post=170&amp;subd=hurtles&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hurtles.wordpress.com/2008/10/29/manajemen-ramadhan-rasulullah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a63591a897dc70b26bbbaadaf69ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ninewar123</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
